Om Betel Sampaikan Protes Terbuka Terkait Isu Dugaan “Scan Jasa Jokowi”

Jakarta — Andil Jamal Kamaruddin Daeng Massiga, yang dikenal luas sebagai Om Betel, selaku Panglima Besar Pasukang Adat Nusantara Indonesia, menyampaikan protes terbuka melalui siaran LIVE yang digelar pada pekan ini. Dalam pernyataannya, Om Betel menegaskan penolakannya terhadap dugaan praktik “Scan Jasa Jokowi” yang semakin ramai diperbincangkan di ruang digital.

Om Betel mengungkapkan keberatan atas segala bentuk pencatutan nama maupun jasa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), untuk aktivitas atau layanan digital yang tidak memiliki dasar dan berpotensi merugikan masyarakat.

“Kami menolak keras segala bentuk pemanfaatan nama dan jasa Jokowi untuk tujuan yang tidak jelas apalagi merugikan masyarakat. Ini harus dihentikan,” tegas Om Betel dalam siaran langsungnya.

Ia menilai penggunaan nama tokoh nasional dan simbol negara tanpa izin merupakan tindakan yang tidak dapat diterima, baik secara adat maupun secara hukum. Pasukang Adat Nusantara Indonesia, lanjutnya, memiliki komitmen menjaga kehormatan adat, tokoh masyarakat, serta simbol-simbol bangsa agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.

Om Betel juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi digital, terutama yang mengatasnamakan tokoh penting atau organisasi tanpa bukti valid.

“Masyarakat harus lebih cerdas. Jangan mudah percaya sebelum memeriksa sumbernya. Banyak yang menggunakan nama tokoh untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.

Isu “Scan Jasa Jokowi” hingga kini masih menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Pernyataan tegas Om Betel pun memancing beragam tanggapan publik di media sosial, mulai dari dukungan hingga dorongan agar informasi terkait isu tersebut diperjelas.

Pasukang Adat Nusantara Indonesia selama ini dikenal konsisten menyuarakan isu-isu budaya, sosial, dan kebangsaan, termasuk menjaga marwah adat di tengah perkembangan teknologi digital.

 

TIM MEDIA BERSAMA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *